Kamis, 02 Maret 2017

TUGAS MEMBUAT MEDIA INSTALASI

ADVISER : Pak SUTRISNO
DEVELOPER : Lailatul Qomariyah

A. Bootable Operating System

1.      Pengertian Bootable Operating System
 
Bootable merupakan sebuah fasilitas yang ada pada setiap sistem operasi, dimana ditempatkan pada media penyimpanan yang berupa flashdisk, CD/DVD ROM atau media penyimpanan lainnya. Mengapa dinamakan dengan bootable? Karena sistem operasi akan melalui first boot menggunakan sebuah media penyimpanan. Booting yang dilakukan harus melalui tahapan-tahapan yang benar, misalnya saat akan mengatur pengaturan pada BIOS. Pada 
BIOS tentunya harus ditentukan sesuai dengan media apa yang akan digunakan nantinya, apakah itu Harddisk, CD/DVD ROM, Flashdisk atau media penyimpanan lainnya. Pengaturan seperti itu dapat dilakukan pada menu boot kemudian set boot order setelah itu tinggal atur first boot atau booting awal.


2.      Pengertian File ISO
 
File ISO adalah file yang menampung beberapa file di dalamnya. Seperti pada icon yang mewakili daripada sebuah file ISO, icon-nya berbentuk seperti CD atau DVD. Ya, bias dikatakan juga file ISO adalah CD atau DVD yang dikemas dalam bentuk file. File ISO ini bias dibuat dengan beberapa software ISO tools. Software yang lazim digunakan adalah software-software seperti UltraISO, PowerISO. Untuk OS Linux biasanya menggunakan software yang bernama MasterISO.

3.      Pengertian Rufus
 
Rufus adalah aplikasi kecil yang dirancang untuk melakukan format dan membuat USB bootable pada media USB seperti pendrive, memory stick, dan lain-lainnya. Rufus dapat digunakan pada saat: Kita ingin membuat bootable USB untuk instalasi sistem operasi Windows atau Linux.

4.      Cara/Langkah partisi Harddisk
 
Pada tutorial kali ini saya akan menggunakan software yang bernama Rufus. Ini dikarenakan software tersebut terbukti cepat daripada software lainnya seperti Unetbootin dan Universal USB Installer.

Sebelum menuju ke langkah-langkahnya, anda bisa mendownload file-file yang diperlukan terlebih dahulu di bawah ini.

Rufus

Untuk mendownload software Rufus, anda bisa menuju website resminya dengan link di bawah ini.

Kemudian klik pada link downloadnya yang berada tepat di bawah tulisan Unduh.



File installan OS (Windows, Linux, dll)

Maaf kami tidak menyediakan link untuk yang satu ini, anda bisa mendapatkan file installan OS di web yang lain atau bisa mendownloadnya melalui torrent.
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat flashdisk menjadi bootable.

1. Masukkan flashdisk ke USB port, dan buka software Rufus, jika ada dialog UAC klik saja pada Yes.

2. Pada kolom Device pilih pada flashdisk yang ingin dijadikan bootable, ganti Create a bootable disk using menjadi ISO Image. Kemudian klik pada ikon kaset yang berada tepat di samping ISO Image.

3. Kemudian cari dan pilih pada file installan OSnya, pada tutorial ini saya menggunakan image Windows XP. Jika sudah klik pada Open.

4. Lalu, klik pada Start.

5. Jika ada dialog seperti ini klik saja pada OK.

6. Tunggu sejenak pada saat proses pengisian data ke flashdisk, jika bar yang berwarna hijau sudah penuh maka anda sudah bisa mengclose window Rufus dan meng-eject lalu mencabut flashdisk tersebut.

Anda sudah bisa menginstall OS dengan flashdisk tersebut pada komputer/laptop. Pada tutorial ini saya menggunakan Rufus versi 2.2, karena pada saat menggunakan versi terbaru (2.3) flashdisk saya malah tidak terbaca pada Rufusnya.


B. Cara Menggunakan Partisi Harddisk

1. Pengertian Partisi Harddisk

·         Partisi adalah pengaturan data pada harddisk. Atau bisa juga proses pembagian ruang-ruang kosong pada harddisk untuk memberikan File System pada ruang kosong yang terdapat pada harddisk, kemudian ruang kosong pada harddisk yang telah diberi File System tersebut, digunakan untuk menyimpan berbagai macam data dan sistem operasi.Terdapat 3 tipe partisi. Diantaranya adalah :

·         Partisi Primary,  merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang
pertama diakses komputer untuk booting. Jadi, intinya partisi tipe ini digunakan untuk menyimpan file data dari system operasi yang kemudian digunakan untuk booting sistem operasi tersebut. Bisa dibilang data dari sistem operasi tersebut disimpan disini.

·         Partisi Extended, partisi ini juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi Extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi Extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakannya, kita harus menciptakan Partisi Logical terlebih dahulu. Bisa dibilang tipe partisi ini adalah partisi lain selain Partisi Primary


·         Partisi Logical, merupakan partisi sampingan yang terdapat pada partisi Extended. Partisi Logical mampu menampung berbagai macam file data.
Nah, ini contohnya drive :D, :E, :F, dan seterusnya pada Windows. Jadi, partisi Extended terdiri dari Partisi Logical.

2. Aplikas untuk mengubah partisi Harddisk

·         EASEUS Partition Master
Sebagai pilihan lain Partition Magic, EASEUS Partition Master adalah sebuah solusi partisi dan program disk management ALL-IN-ONE.
EASEUS Partition Master membuat pengguna mampu memperluas partisi (terutama untuk system drive), mengatur disk space dengan mudah, dan menyelesaikan masalah disk space pada disk MBR dan GUID partition table.

3.   Cara menjalankan aplikasi EASEUS Partition Master
 
1.     Jalankan EASEUS Partition Master
2.     Pilih ruang kosong (unallocated space) dan klik kanan mouse dan pilih “Create partition“.
Jika tidak ada ruang kosong (unallocated space) pada harddisk, kamu dapat mengurangi partisi       lain untuk membuat ruang kosong dengan fungsi “Resize / Move Partition“.
3.     Ketika jendela “Create partition” muncul, kamu dapat memasukkan label/ nama untuk   partisi   yang akan dibuat, memilih huruf drive yang kamu ingkinkan (misal E:), menentukan ukuran cluster, ukuran partisi, tipe partisi (Primary / Logical) dan sistem file yang bisa kamu pilih dari menu pull-down. Ketika membuat partisi, kamu juga bisa mengubah ukuran partisi baru dengan ukuran yang bisa kamu tentukan.
4.     Klik “Ok“, dan sebuah partisi baru akan dibuat.
5.     Setelah partisi baru dibuat, klik “Apply” untuk menerapkan semua operasi yang tertunda.

C. Menghidupkan Komputer  Lewat  LAN 

1. Pengertian menghidupkan komputer lewat LAN

Maksud menghidupkan komputer lewat jaringan LAN adalah cara menghidupkan satu atau beberapa komputer melalui komputer lain dalam sebuah jaringan LAN dengan menggunakan teknologi  Wake On LAN (WOL)

2. Apa itu Wake On LAN (WOL)

Menurut Wikipedia, Wake-on-LAN adalah Teknologi Ethernet standar yang memungkinkan komputer dapat dihidupkan oleh pesan jaringan (network message). Pesan biasanya dikirim oleh program sederhana yang dijalankan pada komputer lain pada jaringan area lokal (LAN). Istilah lainnya adalah Remote Wake-Up (RWU)


3. Bagaimana cara kerja Wake On LAN

Dengan mengaktifkan fungsi Wake On LAN (WOL) maka meskipun komputer dalam keadaan OFF, tetapi network card akan tetap memonitor paket-paket yang diterimanya dari jaringan. Ketika sebuah paket ajaib (magic packet) diterima, maka akan memicu motherboard untuk hidup dan mem-boot up komputer. Magic packet tersebut berisi  byte FF FF FF FF FF FF yang diikuti dengan MAC Address network card tersebut.

4. Apa Syarat-syarat supaya kita bisa menggunakan aplikasi Wake On LAN ini

Untuk menggunakan Wake On LAN, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu kurang lebih sebagai berikut:
1.Setiap komputer  harus terhubung ke jaringan.
2. Motherboard pada komputer target harus mempunyai fitur Wake On LAN.
3. Terdapat program Wake On LAN pada komputer yang akan menghidupkan komputer target
4. Komputer target harus dimatikan secara normal / soft off dan power listrik harus tetap stand   by. Jadi kalau terjadi power loss (mati listrik) yang cukup lama pada komputer target,  komputer tersebut tidak bisa dinyalakan secara Wake On LAN.

5. Bagaimana caranya untuk menjalankan aplikasi Wake On LAN

Selanjutnya untuk mencoba fitur Wake On LAN ini secara garis besar dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Aktifkan (enable) fitur Wake On LAN pada BIOS di komputer target (pada motherboard yang saya pake saya tidak melakukan penyetingan apa-apa).
2.Catat MAC Address dan IP Address komputer target.
3. Aktifkan fitur Wake On LAN pada Network Card.  Caranya kurang lebih seperti berikut:
·    Klik kanan icon My Computer, klik Manage. Akan tampil jendela Computer Management.
·    Klik Device Manager,  expand Network Adapter, lalu klik kanan pada Network Card   klik Properties.
·     Klik tab Advance , pada Wake Up Capabiliies properties pilih valuenya, misalnyaMagic Packet (jangan pilih None). Klik OK.
4.Selanjutnya install program Wake On LAN pada komputer yang digunakan untuk menghidupkan komputer target (saya pernah menggunakan Fusion Wake On LAN danWOL Magic Packet Sender).
5. Isikan IP Address dan MAC Address komputer target, lalu klik Turn On PC atau Send.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar