DEVELOPER : Lailatul
Qomariyah
A. Bootable
Operating System
1. Pengertian Bootable Operating System
Bootable merupakan
sebuah fasilitas yang ada pada setiap sistem operasi, dimana ditempatkan pada
media penyimpanan yang berupa flashdisk, CD/DVD ROM atau media penyimpanan
lainnya. Mengapa dinamakan dengan bootable? Karena sistem operasi akan melalui
first boot menggunakan sebuah media penyimpanan. Booting yang dilakukan harus
melalui tahapan-tahapan yang benar, misalnya saat akan mengatur pengaturan pada
BIOS. Pada
BIOS tentunya harus
ditentukan sesuai dengan media apa yang akan digunakan nantinya, apakah itu
Harddisk, CD/DVD ROM, Flashdisk atau media penyimpanan lainnya. Pengaturan
seperti itu dapat dilakukan pada menu boot kemudian set boot order setelah itu
tinggal atur first boot atau booting awal.
2. Pengertian File
ISO
File ISO adalah file yang menampung beberapa file di
dalamnya. Seperti pada icon yang mewakili daripada sebuah file ISO, icon-nya
berbentuk seperti CD atau DVD. Ya, bias dikatakan juga file ISO adalah CD atau
DVD yang dikemas dalam bentuk file. File ISO ini bias dibuat dengan beberapa
software ISO tools. Software yang lazim digunakan adalah software-software
seperti UltraISO, PowerISO. Untuk OS Linux biasanya menggunakan software yang
bernama MasterISO.
3. Pengertian
Rufus
Rufus adalah aplikasi kecil yang
dirancang untuk melakukan format dan membuat USB bootable pada media USB
seperti pendrive, memory stick, dan lain-lainnya. Rufus dapat digunakan
pada saat: Kita ingin membuat bootable USB untuk instalasi sistem operasi
Windows atau Linux.
4. Cara/Langkah partisi Harddisk
Pada tutorial kali ini saya akan menggunakan software yang
bernama Rufus. Ini dikarenakan software tersebut terbukti cepat daripada
software lainnya seperti Unetbootin dan Universal USB Installer.
Sebelum menuju ke langkah-langkahnya, anda bisa mendownload
file-file yang diperlukan terlebih dahulu di bawah ini.
Rufus
Untuk mendownload software Rufus, anda bisa menuju website
resminya dengan link di bawah ini.
Kemudian klik pada link downloadnya yang berada tepat di
bawah tulisan Unduh.
File installan OS (Windows, Linux, dll)
Maaf kami tidak menyediakan link untuk yang satu ini, anda bisa mendapatkan
file installan OS di web yang lain atau bisa mendownloadnya melalui torrent.
Berikut
adalah langkah-langkah untuk membuat flashdisk menjadi bootable.
1. Masukkan flashdisk ke USB port, dan buka software Rufus, jika ada dialog
UAC klik saja pada Yes.
2. Pada kolom Device pilih pada flashdisk yang ingin dijadikan
bootable, ganti Create a bootable disk using menjadi ISO Image.
Kemudian klik pada ikon kaset yang berada tepat di samping ISO Image.
3. Kemudian cari dan pilih pada file installan OSnya, pada tutorial ini saya
menggunakan image Windows XP. Jika sudah klik pada Open.
4. Lalu, klik pada Start.
5. Jika ada dialog seperti ini klik saja pada OK.
6. Tunggu sejenak pada saat proses pengisian data ke flashdisk, jika bar yang
berwarna hijau sudah penuh maka anda sudah bisa mengclose window Rufus dan
meng-eject lalu mencabut flashdisk tersebut.
Anda sudah bisa menginstall OS dengan flashdisk tersebut pada komputer/laptop.
Pada tutorial ini saya menggunakan Rufus versi 2.2, karena pada saat
menggunakan versi terbaru (2.3) flashdisk saya malah tidak terbaca pada
Rufusnya.
B. Cara
Menggunakan Partisi Harddisk
1. Pengertian Partisi Harddisk
·
Partisi adalah
pengaturan data pada harddisk. Atau bisa juga proses pembagian ruang-ruang
kosong pada harddisk untuk memberikan File System pada ruang kosong yang
terdapat pada harddisk, kemudian ruang kosong pada harddisk yang telah diberi
File System tersebut, digunakan untuk menyimpan berbagai macam data dan sistem
operasi.Terdapat 3 tipe partisi. Diantaranya adalah :
·
Partisi Primary,
merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi
dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang
pertama diakses komputer untuk booting. Jadi, intinya partisi tipe ini
digunakan untuk menyimpan file data dari system operasi yang kemudian digunakan
untuk booting sistem operasi tersebut. Bisa dibilang data dari sistem operasi
tersebut disimpan disini.
·
Partisi Extended,
partisi ini juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi Extended
berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi Extended
tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakannya,
kita harus menciptakan Partisi Logical terlebih dahulu. Bisa dibilang tipe
partisi ini adalah partisi lain selain Partisi Primary
·
Partisi Logical,
merupakan partisi sampingan yang terdapat pada partisi Extended. Partisi
Logical mampu menampung berbagai macam file data.
Nah, ini contohnya drive :D, :E, :F, dan seterusnya pada Windows. Jadi, partisi
Extended terdiri dari Partisi Logical.
2. Aplikas untuk mengubah partisi Harddisk
·
EASEUS Partition Master
Sebagai
pilihan lain Partition Magic, EASEUS Partition Master adalah sebuah solusi
partisi dan program disk management ALL-IN-ONE.
EASEUS
Partition Master membuat pengguna mampu memperluas partisi (terutama untuk
system drive), mengatur disk space dengan mudah, dan menyelesaikan masalah disk
space pada disk MBR dan GUID partition table.
3.
Cara menjalankan aplikasi EASEUS Partition Master
1. Jalankan
EASEUS Partition Master
2.
Pilih ruang kosong (unallocated space) dan klik kanan mouse dan pilih “Create
partition“.
Jika tidak ada ruang kosong (unallocated space) pada
harddisk, kamu dapat mengurangi partisi lain untuk membuat ruang kosong dengan
fungsi “Resize / Move Partition“.
3. Ketika
jendela “Create partition” muncul, kamu dapat memasukkan label/ nama
untuk partisi yang akan dibuat, memilih huruf drive yang
kamu ingkinkan (misal E:), menentukan ukuran cluster, ukuran partisi, tipe
partisi (Primary / Logical) dan sistem file yang bisa kamu pilih dari menu
pull-down. Ketika membuat partisi, kamu juga bisa mengubah ukuran partisi baru
dengan ukuran yang bisa kamu tentukan.
4.
Klik “Ok“, dan sebuah partisi baru akan dibuat.
5.
Setelah partisi baru dibuat, klik “Apply” untuk menerapkan semua
operasi yang tertunda.
C. Menghidupkan Komputer Lewat LAN
1. Pengertian menghidupkan komputer lewat LAN
Maksud menghidupkan komputer lewat jaringan LAN adalah
cara
menghidupkan satu atau beberapa komputer melalui komputer lain dalam sebuah
jaringan LAN dengan menggunakan teknologi Wake On LAN (WOL)
2. Apa itu Wake On LAN (WOL)
Menurut Wikipedia, Wake-on-LAN adalah Teknologi
Ethernet standar yang memungkinkan komputer dapat dihidupkan oleh pesan
jaringan (network message). Pesan biasanya dikirim oleh program
sederhana yang dijalankan pada komputer lain pada jaringan area lokal (LAN).
Istilah lainnya adalah Remote Wake-Up (RWU)
3. Bagaimana cara kerja Wake On LAN
Dengan mengaktifkan
fungsi Wake On LAN (WOL) maka meskipun komputer dalam keadaan OFF, tetapi
network card akan tetap memonitor paket-paket yang diterimanya dari jaringan. Ketika
sebuah paket ajaib (magic packet) diterima, maka akan memicu
motherboard untuk hidup dan mem-boot up komputer. Magic packet tersebut
berisi byte FF FF FF FF FF FF yang diikuti dengan MAC Address
network card tersebut.
4. Apa Syarat-syarat
supaya kita bisa menggunakan aplikasi Wake On LAN ini
Untuk menggunakan Wake On LAN, terdapat beberapa syarat yang harus
dipenuhi, yaitu kurang lebih sebagai berikut:
1.Setiap komputer harus terhubung ke jaringan.
2. Motherboard pada komputer target harus mempunyai fitur Wake On
LAN.
3. Terdapat program Wake On LAN pada komputer yang akan
menghidupkan komputer target
4. Komputer
target harus dimatikan secara normal / soft off dan power
listrik harus tetap stand by. Jadi
kalau terjadi power loss (mati listrik) yang cukup lama pada komputer
target, komputer tersebut tidak bisa dinyalakan secara Wake On LAN.
5. Bagaimana caranya
untuk menjalankan aplikasi Wake On LAN
Selanjutnya untuk mencoba fitur Wake On LAN ini secara garis besar dapat
dilakukan sebagai berikut:
1. Aktifkan (enable) fitur
Wake On LAN pada BIOS di komputer target (pada motherboard yang saya pake saya
tidak melakukan penyetingan apa-apa).
2.Catat MAC Address dan IP Address komputer target.
3. Aktifkan fitur Wake On LAN pada Network
Card. Caranya kurang lebih seperti berikut:
· Klik kanan icon My Computer, klik Manage.
Akan tampil jendela Computer Management.
· Klik Device Manager, expand Network
Adapter, lalu klik kanan pada Network Card klik Properties.
· Klik tab Advance , pada Wake Up
Capabiliies properties pilih valuenya, misalnyaMagic Packet (jangan
pilih None). Klik OK.
4.Selanjutnya
install program Wake On LAN pada komputer yang digunakan untuk menghidupkan
komputer target (saya pernah menggunakan Fusion Wake On LAN danWOL
Magic Packet Sender).
5. Isikan IP
Address dan MAC Address komputer target, lalu klik Turn On PC atau Send.