Kamis, 19 Januari 2017

HARD DISK (HDD)

Developer : Lilatul Qomariyah
Adviser : Umam Al Muqtasid


Definisi
      Harddisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi . atau dapat diartikan dgn cakram keras . data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track . tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector . untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan , harddisk menggunakan head untuk melakukannya , yang berada disetiap piringan . head inilah yang selanjut bergerak mencari sector - sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya . waktu yang diperlukan untuk mencari sector disebut seek time . setelah menemukan sector yang diinginkan , maka head akan berputar untuk mencari track . waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency .



  


   










Cara Kerja
  1.       Dilakukan pengaksesan terhadap harddisk untuk melihat dan menentukan di lokasi sebelah mana informasi yang dibutuhkan ada di dalam ruang harddisk.
  2.       Pada proses ini, aplikasi yang kita jalankan, Sistem operasi, sistem BIOS, dan juga driver-driver khusus (tergantung pada aplikasi yang kita jalankan) bekerja bersama-sama, untuk menentukan bagian mana dari harddisk yang harus dibaca.
  3.     Harddisk akan bekerja dan memberikan informasi di mana data/informasi yang dibutuhkan tersedia, sampai kemudian menyatakan, “Informasi yang ada di track sekian sektor sekianlah yang kita butuhkan.” Nah pola penyajian informasi yang diberikan oleh harddisk sendiri biasanya mengikuti pola geometris.
  4.     Yang dimaksud dengan pola geometris di sini adalah sebuah pola penyajian informasi yang menggunakan istilah silinder, track, dan sector. Ketika informasi ditemukan, akan ada permintaan supaya mengirimkan informasi tersebut melalui interface harddisk untuk memberikan alamat yang tepat (sektor berapa, track berapa, silinder mana) dan setelah itu informasi/data pada sector tersebut siap dibaca.
  5.          Pengendali program yang ada pada harddisk akan mengecek untuk memastikan apakah informasi yang diminta sudah tersedia pada internal buffer yang dimiliki oleh harddisk (biasanya disebut cache atau buffer).
  6.     Bila sudah oke, pengendali ini akan menyuplai informasi tersebut secara langsung, tanpa harus melihat lagi ke permukaan pelat itu karena seluruh informasi yang dibutuhkan sudah dihidangkan di dalam buffer.
  7.            Dalam banyak kejadian, harddisk pada umumnya tetap berputar ketika proses di atas berlangsung. Namun ada kalanya juga tidak, lantaran manajemen power pada harddisk memerintahkan kepada disk untuk tidak berputar dalam rangka penghematan energi. Papan pengendali yang ada di dalam harddisk menerjemahkan instruksi tentang alamat data yang diminta dan selama proses itu berlangsung, ia akan senantiasa siaga untuk memastikan pada silinder dan track mana informasi yang dibutuhkan itu tersimpan.
  8.        Nah, papan pengendali ini pulalah yang kemudian meminta actuator untuk menggerakkan head menuju ke lokasi yang dimaksud. Ketika head sudah berada pada lokasi yang tepat, pengendali akan mengaktifkan head tersebut untuk melakukan proses pembacaan. Mulailah head membaca track demi track untuk mencari sektor yang diminta. Proses inilah yang memakan waktu, sampai kemudian head menemukan sektor yang tepat dan kemudian siap membacakan data/informasi yang terkandung di dalamnya.
  9.         Papan pengendali akan mengkoordinasikan aliran informasi dari harddisk menuju ke ruang simpan sementara (buffer, cache). Informasi ini kemudian dikirimkan melalui interface harddisk menuju sistem memori utama untuk kemudian dieksekusi sesuai dengan aplikasi atau perintah yang kita jalankan.
A. JENIS / MEREK DAN SPESIFIKASI 
                 IDE Hard Drive


      IDE Singkatan dari P Integrated Device Electronics, juga disebut dengan hardisk PATA (paralel Advanced Technology Attachment) . Hard disk IDE ini memiliki antarmuka data  40pin,  dan 4 pin konektor powe. IDE dilengkapi juga dengan Jumper untuk mengubah pengaturan untuk menghubungkannya dengan motherboard. Hardisk jenis ini memiliki kapasitas serta kecepatan paling rendah dari jenis SATA dan SCSI. Kabel ATA digunakan untuk menghubungkan Hard disk ini ke motherboard. Pilihan kapasitas penyimpanan yang tersedia untuk drive IDE antara lain: 10GB, 20GB, 40GB, 80GB, 120GB, 160GB, 250GB dan 320GB.
  SATA Hard Drive

SATA adalah singkatan dari Serial Advanced Technology Attachment. Hardisk jenis ini memiliki 4 pin antarmuka data 4pin, dan 7 pin antarmuka power. Berbeda dengan IDE, SATA  tidak menggunakan pin jumper, karena tidak memerlukan pengubahan pengaturan. Hardisk SATA ini memiliki kecepatan serta kapasitas yang tinggi jika dibandingkan dengan hard disk IDE, namun berada dibawah hardisk jenis SCSI. Kabel yang digunakan hardisk jenis SATA untuk menghubungkannya dengan motherboard adalah kabel SATA dengan 4 pin. Pilihan kapasitas yang tersedia untuk drive ini yaitu: 80GB, 120GB, 160GB, 250GB, 320GB, 500GB, 1TB dan 2TB.

SCSI Hard Drive

SCSI adalah singkatan dari Small Computer System Interface. Hardisk ini pada umumnya  memiliki 50-68 pin.  Kecepatan dan kapasitas SCSI sangat tinggi, melebihi kecepatan yang dimiliki oleh hardisk jenis IDE dan SATA drive. Kabel data yang digunakan untuk menghubungkannya dengan motherboard adalah kabel SCSI 50-68 pin. Karena kapasitas dan kecepatannya yang sangat tinggi, umumnya SCSI digunakan di komputer server. Kapasitas yang ada: 160GB, 250GB, 320GB, 500GB, 1TB, 2TB, 5TB dan 10TB.

Link di Youtobe 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar